Minggu, 13 Maret 2011

Beauty Class vs Buku Fiqih Kecantikan


Berawal dari salah seorang karyawati di kantor saya terlihat "polos" seolah tanpa dandanan oleh Ibu Presdir dan Bp. Preskom, Manager HRD akhirnya mengadakan "Beauty Class" bekerja sama dengan Mustika Ratu agar karyawati lebih berpenampilan profesional sesuai dengan citra perusahaan.

Terus terang selama ini saya juga termasuk yang minimalis dalam menggunakan make up untuk berangkat kerja.
Standard saya hanya menggunakan moisturizer, bedak, eyeliner dan lipstik, tanpa foundation, eye shadow, blush on apalagi maskara :D

Seluruh staff wanita di kantor wajib mengikuti Beauty Class ini. Setiap peserta diberikan satu paket dasar make up : moisturizer, foundation, bedak, eye shadow, maskara, oxygen spray dan susu pembersih 2 in 1 agar tidak ada alasan tidak memiliki perlengkapan make up dan bisa mulai menampilkan citra profesional segera setelah Beauty Class diadakan. Sebuah antisipasi yang sangat tepat, karena hal itu pasti akan dijadikan alasan bagi staff yang tidak ingin berdandan baik karena malas maupun karena keraguan dan khawatir mendekati tabarruj :)

Ada yang mengesankan bagi saya - dan mungkin banyak teman yang lain - tentang Beauty Class yang diselenggarakan di hall lt.3 kantor saya pada hari Sabtu, 5 Maret 2011 yang lalu.
Ternyata materi yang diajarkan bukan hanya mengenai kecantikan fisik belaka.
Materi justru diawali dengan Etika dan Grooming, bagaimana cara duduk, berdiri dan berjalan yang anggun, serta bagaimana kesehatan tulang justru menjadi penopang utamanya. Juga tentang kecantikan kulit yang berawal dari kesehatan dan pola makan yang sehat. Dan tentang bagaimana kita harus bersyukur karena memiliki anggota tubuh yang lengkap dengan merawat pemberian Allah tersebut karena masih banyak orang-orang di sekitar kita yang lahir dengan ketidaksempurnaan fisik, namun mereka pun tidak berputus asa :)

Yang membuat saya semakin tertegun, saat Ibu Lissy - pengajar materi yang juga merupakan juri keliling Putri Indonesia itu - mengungkapkan tentang Inner Beauty.
Selama ini yang sering saya dengar tentang Inner Beauty adalah kecantikan dari dalam hati antara lain karena tingkat intelektual yang tinggi, senantiasa berpikir positif dan perilaku yang baik menyangkut etiket serta tata krama menghadapi orang lain :)
Namun Ibu Lissy justru menyebutkan bahwa ciri-ciri seseorang yang memiliki Inner Beauty ada 3, yaitu Orang yang :
  1. Sangat dekat dengan Tuhannya
  2. Selalu merasa bersyukur atas apa yang diterimanya
  3. Selalu ingin menyenangkan hati orang lain sehingga selalu ringan tangan membantu orang lain
Sungguh luar biasa bahwa seorang yang saya rasa bisa disebut Pakar Kecantikan - bukan Pakar Keagamaan - justru menjelaskan bahwa Inner Beauty justru sangat erat kaitannya dengan Imanseseorang.
Ya, teman-teman pasti akan setuju bahwa ketiga hal tersebut diatas bisa kita peroleh jika kita sebagai seorang muslimah mengikuti ketentuan Al Qur'an dan Hadist dengan hati yang ikhlas :)

Mengenai ilmu tata rias, banyak hal baru yang menambah ilmu saya yang semula seadanya heheheh...
Bagaimana jari tengah dan jari manis disebut sebagai sahabat kecantikan karena digunakan untuk mengusapkan berbagai cream ke wajah tanpa jari telunjuk ikut serta seperti yang biasa saya lakukan :D
Bahwa mengusap susu permbersih dengan kapas atau tissue justru kearah atas berlawanan dengan arah bulu ramput pada wajah setelah sebelumnya diaplikasikan oleh jari tengah dan manis dengan gerakan memutar, sedangkan cara mengusap moisturizer adalah ke arah bawah mengikut arah bulu rambut pada wajah dan bukan dengan gerakan memutar seperti yang biasa sering saya lakukan, demikian juga cara meratakan foundation agar memberikan hasil yang halus dan rata :D
Mengapa jari telunjuk tidak disertakan sebagai sahabat kecantikan? Ternyata karena jari telunjuk biasa melakukan penekanan yang terlalu kuat apalagi jika disertai dengan gerakan memutar, dapat mengakibatkan kelenjar minyak berproduksi semakin banyak :)

Tag line Beauty Class ini adalah bagaimana membuat Tata Rias Natural dengan melakukan Make Up Korektif.
Kami diajari bagaimana membuat pipi yang tembem menjadi ideal dengan shading di sisi pipi, bagaimana membuat tulang pipi terlihat tinggi dengan shading di bawah tulang pipi dan membubuhkan blush on pada tulang pipinya, bagaimana menyamarkan dagu yang gemuk dengan shading di bawah dagu, bagaimana membuat hidung terlihat lebih mancung dengan shading di sisi tulang dan cuping hidung, serta bagaimana menggunakan pensil untuk membentuk alis jika diperlukan dan menggunakan eye liner serta membaurkan eye shadow agar mata terlihat lebih bercahaya :)
Disebutkan juga wanita berjilbab tidak terlalu perlu melakukan shading karena pipi yang tembem dan dagu yang gemuk bisa ditutupi dengan jilbab. Ah, senangnya... salah satu dari sekian banyak keuntungan yang saya dapat dari berjilbab :D

Karena ingin mengeruk ilmu yang diterima secara gratis karena seluruh biaya ditanggung oleh kantor heheheh, saya berusaha semaksimal mungkin melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan trainer hanya dengan melihat contoh yang mereka peragakan pada model maupun pada teman-teman saya yang meminta bantuan aplikasi di wajah mereka.
Saat itu jujur saya hanya berpikir ilmu akan dikuasai jika kita praktekkan. Meskipun hasilnya pasti tidak akan sebagus aplikasi oleh trainer, saya memilih mengaplikasikan ilmu tata rias ini sendiri. Karena jika make up saya diaplikasikan oleh orang lain, sama saja dengan saya pergi ke salon, bukan belajar tata rias :D
Saya tidak mengenakan shading pada sisi pipi dan dagu karena sudah mengenakan jilbab, saya juga tidak membuat alis dengan pensil alis karena alis mata saya sudah cukup tebal sehingga hanya perlu di sikat. Jadi saya hampir tidak melakukan koreksi apa pun atas wajah saya kecuali sedikit shading di cuping hidung untuk menegaskan bentuknya :D

Kesulitan yang paling saya rasakan adalah pada saat akhir tata rias kami belajar mengenakan bulu mata palsu.
Terus terang, tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada trainer dari Mustika Ratu dan tanpa bermaksud menghakimi wanita yang senang menggunakan bulu mata palsu, sempat terlintas juga dalam pikiran saya alangkah bodohnya wanita yang mau mengenakan bulu mata palsu heheheh...
Bayangkan, sudah susah menempelkannya, setelah menempel mata akan terasa sangat berat dan tidak jarang menyebabkan iritasi. Hanya demi mata terlihat lebih sayu, kog ada ya wanita yang mau bersusah payah seperti itu... heheheheh...
Meskipun akhirnya saya berhasil juga mengenakan bulu mata palsu sendiri setelah berkali-kali percobaan dan menambah lem untuk menempelkan bulu mata palsu tersebut diatas garis bulu mata atas saya yang asli dan akhirnya mengenakan maskara untuk menyamarkan perbedaannya.
Tetap saja saya hanya sanggup mengenakannya kurang lebih 1,5 jam saja, dan saat saya hendak shalat zuhur saya lepas karena sudah membuat perih dan merah mata saya :D

Sungguh luar biasa cara kantor saya berusaha memotivasi kami sebaik mungkin. Selain dengan menyediakan make up dasar untuk kami bawa pulang, juga disediakan 10 paket produk senilai @ Rp 250.000,- untuk 10 orang make up terbaik diantara 39 orang peserta Beauty Class.

Ketika saya ditunjuk pertama kali untuk maju ke depan sebagai salah seorang make up terbaik sempat sedikit bingung dan terkejut karena saya merasa make up saya biasa-biasa saja dan tidak "spektakuler" heheheh...
Kemudian disebutkan bahwa make up terbaik ternyata dipilih bukan karena make up yang tebal, melainkan karena kehalusan tata rias, make up yang natural dan mandiri dengan tidak tergantung kepada trainer.
Alhamdulillah, saya (dari Divisi Finance), Rina dan Nina (dari Divisi GA/HRD), Fina dan Triana (AM), Yati (Sekretaris), Poppy, Dianne, Lechy dan Tina (dari Divisi Marketing) mendapatkan hadiah produk eksklusif Mustika Ratu karena menjadi 10 orang dengan make up terbaik :)

Pesan dari HRD untuk mulai menerapkan tata rias natural untuk menampilkan citra profesional perusahaan mulai hari Senin, 7 Maret 2011, membuat saya membuka buku yang belum lama saya beli yaitu : Fiqih Kecantikan - Panduan Cantik Sesuai Syari'at terbitan Khazanah Intelektualyang ditulis oleh Ustadz Aam Amiruddin yang tulisannya banyak saya baca di Web Percikan Imanhttp://www.percikaniman.org/ atau pada buku-buku tentang shalat yang sering dibeli oleh Ibu saya.
Buku Fiqih Kecantikan ini ditulis dalam bahasa yang mudah dimengerti, dan alhamdulillah menjawab keraguan saya dalam banyak hal tentang cara mempercantik diri.
Isi buku ini cukup lengkap, mencakup Prinsip-Prinsip Dasar yang harus dipegang oleh seorang Muslimah dalam Mempercantik Diri, dan dalil yang berkaitan dengan Teknologi Kecantikan mulai dari Make Up, Betah Kosmetik, Botox & Dracula Therapy, Suntik Putih / Suntik Vitamin C, Teknologi Nano, Lulur, Tanning, Perawatan Rambut, Keindahan Gigi, Waxing, Tato Kecantikan , Eye Whitening, Parfum, Fashion, Spa, Facial, Totok Aura dan Perhiasan.

Berikut saya kutipkan beberapa hal penting dalam buku tersebut berkaitan dengan Beauty Class yang telah kami jalani :

Bagaimana hukum menggunakan make up dalam pandangan Islam?

Make up kesehatan (artinya make up yang digunakan hanya sebatas melindungi kulit agar tetap sehat tanpa harus mengubah kealamiannya, menggunakan bahan-bahan yang tergolong sederhana dan aman), sudah jelas tidak menjadi masalah berdasarkan tinjauan fiqih Islam karena tidak terdapat unsur-unsur yang melanggar syari'i ataupun medis. Make up jenis ini bahkan dianjurkan karena seorang muslimah harus terlihat sehat dan segar.

Make up kecantikan (artinya make up yang fungsinya tidak lagi sebatas perlindungan dan perawatan, tetapi sudah berfungsi sebagai penambah kecantikan dan pastinya mengubah kealamian kulit yang diberi make up tersebut), status halal-haramnya atau boleh-tidaknya bergantung pada syarat-syarat berikut :
  1. Tidak ada unsur menyambung rambut, baik rambut kepala ataupun bulu mata
  2. Tidak ada unsur bertato
  3. Tidak ada unsur mencukur alis
  4. Tidak ada unsur buka aurat
Keempat syarat ini wajib terpenuhi. Bila tidak terpenuhi, meskipun hanya salah satu diantaranya, maka make up jenis ini menjadi terlarang.

Make up berbahaya (artinya bahan yang digunakan mengandung zat-zat tertentu yang membahayakan meskipun fungsinya sebatas melindungi atau menambah kecantikan), sudah jelas dilarang dalam Islam. Jangankan memakai dalil naqli (Al Qur'an dan As-Sunnah), secara aqli (rasio) pun sudah selayaknya dijauhi sebab penggunaan bahan berbahaya pasti akan mendatangkan banyak kemadharatan.

Dari tulisan diatas dan praktek yang kami laksanakan pada saat Beauty Class, saya bisa tersenyum dan muncul kelegaan saat mengetahui bahwa mengenakan bulu mata palsu yang sangat sulit dan sangat tidak nyaman bagi saya ternyata memang diharamkan oleh Islam, sehingga dengan demikian melindungi saya dari ketidaknyamanan jika ada yang meminta saya mengenakannya :)

Sedangkan mengenai kekhawatiran mengenakan tata rias karena khawatir tabarruj juga dibahas dalam buku tersebut, yaitu tentang pengertian tabarruj.

Menurut bahasa, tabarruj adalah berhias dengan memperlihatkan kecantikan wajah dan menampakkan bagian tubuh.

Ibnu Katsir memberi pengertian tabarruj sebagai "wanita yang keluar tumah dengan berjalan di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya dengan maksud mengundang nafsu mereka".

Syeikh al-Maududi merinci tabarruj sebagai berikut :
  1. Memamerkan keelokan lekuk-lekuk tubuh di hadapan lelaki yang bukan mahramnya dengan niat membangkitkan birahinya
  2. Memamerkan keindahan pakaian dan perhiasan di hadapan lelaki yang bukan mahramnya dengan niat membangkitkan syahwatnya
  3. Berlenggak-lenggok di hadapan lelaki yang bukan mahramnya dengan niat meracuni pikirannya
Islam adalah agama yang sangat menjunjung kebersihan dan keindahan. Tentu saja muslimah harus terlihat indah, cantik, bersih dan terhormat. Beriaslah wahai kaum muslimah, namun jangan sampai terjerumus kepada tabarruj supaya keindahan dan kecantikan itu tidak membawa kemadharatan, tetapi menjadi sumber kemaslahatan.
Dalam Islam, pengertian cantik tentu saja merujuk pada arti kecantikan yang hakiki dan ideal, yaitu kecantikan yang bersumber pada dimensi ruhiah (hati) dan dimensi lahiriah dalam batas tertentu. Hal ini berarti Islam tidak melarang wanita untuk berias dan memakai pakaian indah, tetapi tetap menekankan pentingnya ketakwaan kepada Allah Swt.
Berias dan merawat diri bisa menjadi langkah rasa syukur muslimah terhadap nikmat yang telah Allah berikan. Selain itu, hal ini merupakan bentuk penghargaan pada diri sendiri yang akan membuat setiap muslimah lebih sayang pada diri sendiri dan pada akhirnya kembali bersyukur kepada Allah Swt.

Berarti hal utama yang harus dilakukan berkaitan dengan tata rias adalah senantiasa meluruskan niat saya, apa tujuan saya yang sebenarnya dengan tata rias saya :)
Sedangkan berkaitan dengan Inner Beauty yang juga kami pelajari, kecantikan hati dan akhlak seseorang memiliki peranan penting dan strategis dalam penampilan. Kecantikan hati akan memancarkan keindahan yang mampu menutupi kekurangan-kekurangan fisik seseorang. Sebaliknya kecantikan fisik akan ternodai dengan perilaku, ucapan dan akhlak tercela.
Jadi, suatu keharusan bagi seorang wanita untuk juga meluangkan waktu, usaha dan dana untuk merawat dan memperindah hati dan akhlaknya - bukan hanya untuk fisiknya - agar tercapai keseimbangan antara keindahan lahir dan keindahan batin. Insya Allah... :)

Finance Team at Mustika Ratu Beauty Class
D-NET, Gedung CM, 5 Maret 2011

Jakarta, 12 Maret 2010
Yeni Suryasusanti

1 komentar: